Recent Blog Entries

  • Pastikan kunjungan Sobat Kelana ke Danau Toba untuk menginap di Desa Wisata Tuktuk Siadong, sebuah tempat indah di sebuah tanjung kecil di Pulau Samosir. Di sini Sobat dapat menikmati suasana menawan panorama pinggir danau dimana telah banyak wisatawan tersihir daya pukaunya. Sumber : Pariwisata ...
  • Sobat Kelana yang berencana mendaki Kawah Ijen, sekalian masukan Kawah Wurung dalam rencana perjalanan Sobat. Kenapa tidak ? Ibaratnya kepalang tanggung, sudah sampai di Kawah Ijen, kenapa tidak sekalian mampir ke Kawah Wurung yang jaraknya hanya 9,8 km dari Paltuding. Sayang kalau sampai melewatkan...
  • Dari Penelokan, kemegahan alam berupa lanskap Gunung Batur beserta kalderanya yang disebut-sebut sebagai salah satu kaldera terindah di dunia tersaji di depan mata. Belum lagi ditambah keindahan Danau Batur yang memang memesona dengan beningnya air danau berbentuk serupa bulan sabit. Danau yang meru...
  • Taman Nasional Kepulauan Togean merupakan sebuah taman nasional dengan 2 area ekosistem berupa lautan seluas 292.000  hektar dan datarannya 70.000  hektar.  Di sini tersimpan kekayaan terumbu karang dan biota laut yang langka dan terlindungi. Itu belum cukup karena tempat ini pula men...
Lihat semua

Apa Sih Bedanya Share Cost Trip, Private Trip, Open Trip/Trip Gabungan dan Paket Tour

  • Sobat Kelana yang hobinya jalan-jalan tentu sudah tak asing dengan istilah share cost, open trip, private trip, trip gabungan, paket tour dan sebagainya. Tapi buat yang masih bingung bedainnya, yuk coba kita bedah seperti apa bedanya.

     Ilustrasi Share Cost Trip, source image: Shutterstock licensed

    Ketika sedang merencanakan perjalanan, masalah utama yang sering kita temui adalah banyaknya kegiatan yang dilakukan akan lebih efektif dan murah jika dilakukan secara rombongan. Meskipun Kadang bisa juga sih perjalanan dilalukan secara solo/sendiri atau berdua atau bertiga. Tapi kebanyakan kita akan mencoba mencari teman perjalanan bukan hanya lebih efektif dan murah tapi kadangkala juga memperbanyak teman siapa tau juga bisa dapet jodoh kan...ehh. Baik itu cari barengan dari teman-teman yang kita kenal, atau temannya teman, cari di forum, sosial media, googling, web dan sebagainya.

     

    Sering kali ketika sobat traveler melihat publikasi di sosial media atau beragam web yang menawarkan kesempatan untuk melakukan perjalanan dalam rombongan, menemukan istilah-istilah diatas dalam menjelaskan jenis perjalanan yang ditawarkan. Seringkali diberi judul misalnya “Trip Gabungan Flores” atau “Share Cost Derawan”. Padahal mungkin beberapa tahun lalu kita hanya mengenal isitlah paket tour atau perjalanan. Semuanya menawarkan dengan embel-embel murah, murah, dan murah. Lalu kalo sama-sama murah kenapa harus dibedakan istilahnya?

     

    Cermati Perbedaan Paket Tour, Open Trip/Trip Gabungan, Private Trip, dan Share Cost Trip dari 11 Ciri ini!

     

    Istilah paket tour sepertinya yang lebih dulu dikenal oleh sobat kelana. Karena memang isitlah umum yang digunakan di dunia pariwisata untuk perjalanan rombongan adalah tour packages, atau jika diartikan secara harfiah adalah paket tour. Biasanya digunakan oleh agen-agen perjalanan untuk menawarkan paket yang dibuatnya untuk dijual pada khalayak umum.

     

    Umumnya paket itu mencakup mulai dari tiket pesawat, hotel tempat menginap, makan selama perjalanan, guide, tiket masuk objek wisata, hingga segala tetek bengeknya, paling hanya biaya oleh-oleh aja yang ga ditanggun. Biasanya wisatawan yang bergabung disini istilahnya hanya perlu menyiapkan badan dan uang,  semua hal yang menyangkut nyamannya perjalanan udah ada yang ngurus. Agent-agent perjalanan yang menawarkan paket sudah menyiapkan itinerary perjalanan yang sudah lengkap sampai ke jam-jamnya, informasi akomodasi yang digunakan lengkap dengan gambar yang menarik, berapa total biaya per orangnya, kapan harus melunasi dan lain-lain dengan lengkap.

     

    Namun makin kesini, khususnya di kalangan backpacker istilah ini makin jarang dipakai, karena dianggap identik mahal, Ya wajar aja sih wong semuanya udah masuk kesitu. Makanya mulainya berkembang istilah-istilah baru. Nah coba kita bedah apa bedanya.

     

    Paket Tour

    • Penyedia: Agent
    • Tanggal Perjalanan: Ditentukan Agent dan FIX
    • Sifat Itinerary: Setiap paket memiliki itinerary yang fix, bisa saja ada dua/tiga pilihan yang ditawarkan, namun tidak fleksibel
    • Cakupan Biaya: Full Service yaitu Guide, Penginapan (Biasanya Hotel), Tiket Pesawat, Mobil/Bus untuk tour, Tiket-tiket masuk ke Objek wisata/Atraksi, Makan selama Perjalanan
    • Transparansi Biaya: Biaya yang disampaikan adalah biaya total paket per orang
    • Guide: Dari Agent, biasanya ada proprosi idealnya dibanding peserta misal 1:15
    • Jumlah peserta: Biasanya ada kuota minimal
    • Yang Harus Dilakukan Peserta: Menyiapkan hal-hal yang tidak disiapkan oleh agent, biasanya seperti mengurus visa (ada juga agent yang menawarkan), obat-obatan, biasanya yang sifatnya pribadi.
    • Ketika terjadi Iregularities: Agent mengurus semua hal, biasanya agent akan bertanggung jawab dan menentukan plan B/C/dst/.
    • DP dan Pelunasan: Biasanya DP ditentukan dari presentase total paket, misal 25%/50%. Pelunasan sebelum berangkat. Sebagian besar DP hangus jika tidak jadi berangkat.
    • Briefing: Biasanya dijemput atau meeting point, peserta akan mendapatkan product brief kit

     

    Open Trip/Trip Gabungan

    • Penyedia: Agent
    • Tanggal Perjalanan: Ditentukan Agent dan Fix
    • Sifat Itinerary: Itinerary ditentukan, peserta yang merasa cocok bisa bergabung. 
    • Cakupan Biayaemi Backpacker yaitu Guide, Penginapan (Bisa hotel/homestay), Tiket Pesawat, Mobil/Bus untuk tour, Tiket-tiket masuk ke Objek wisata/Atraksi, Makan selama Perjalanan.
    • Transparansi Biaya: Biaya yang disampaikan adalah biaya total perorang untuk bergabung di trip
    • Guide: Dari Agent, tapi seringkali kerjasama dengan tour operator lokal sehingga sering gabung dengan peserta trip agent lain kalo jumlahnya sedikit
    • Jumlah peserta: Biasanya ada kuota minimal, atau kalau kurang akan digabung dengan agent lain
    • Yang Harus Dilakukan Peserta: Menyiapkan hal-hal yang tidak disiapkan oleh agent, biasanya seperti mengurus visa (ada juga agent yang menawarkan), obat-obatan, biasanya yang sifatnya pribadi. Serta menyiapkan diri untuk perjalanan gaya semi backpacker.
    • Ketika terjadi Iregularities: Agent mengurus semua hal, biasanya agent akan bertanggung jawab dan menentukan plan B/C/dst/.
    • DP dan Pelunasan: Biasanya DP ditentukan dari presentase total paket, misal 25%/50%. Pelunasan sebelum berangkat atau COD. Sebagian besar DP hangus jika tidak berangkat, ada juga yang bisa dipindah namakan.
    • Briefing: Biasanya meeting point, peserta akan mendapatkan detail itinerary, tidak wajib ada kopi darat sebelum trip

     

    Private Trip

    •  Penyedia: Agent
    • Tanggal Perjalanan: Ditentukan Peserta
    • Sifat Itinerary: Itinerary default biasanya diawal ditawarkan, kemudian peserta bisa mengajukan custom, namun biasanya ada perubahan biaya
    • Cakupan Biayaemi Backpacker/Full Service yaitu Guide, Penginapan (Bisa hotel/homestay), Tiket Pesawat, Mobil/Bus untuk tour,Tiket-tiket masuk ke Objek wisata/AtraksiMakan selama Perjalanan
    • Transparansi Biaya: Biaya yang disampaikan adalah biaya total paket per orang atau biaya per rombongan.
    • Guide: Dari Agent, biasanya ada proprosi idealnya dibanding peserta misal 1:15 atau fleksibel
    • Jumlah peserta: Ditentukan peserta, biasanya sudah saling mengenal.
    • Yang Harus Dilakukan Peserta: Menyiapkan hal-hal yang tidak disiapkan oleh agent, biasanya seperti mengurus visa (ada juga agent yang menawarkan), obat-obatan, biasanya yang sifatnya pribadi. 
    • Ketika terjadi Iregularities: Agent mengurus semua hal, biasanya agent akan bertanggung jawab dan menentukan plan B/C/dst/.
    • DP dan Pelunasan: Biasanya DP ditentukan dari presentase total paket, misal 25%/50%. Pelunasan sebelum berangkat atau COD. Sebagian besar DP hangus jika tidak berangkat, ada juga yang bisa dipindah namakan.
    • Briefing: Biasanya dijemput atau meeting point, peserta akan mendapatkan product brief kit atau detail itinerary.

     

    Share Cost Trip

    • Penyedia: Sesama Traveler
    • Tanggal Perjalanan: Ditentukan Leader dan masih fleksibel bisa didiskusikan
    • Sifat Itinerary: Cair, tergantung diskusi, biasanya itinerary yang dibuat adalah perkiraan dan bisa berubah tergantung diskusi
    • Cakupan Biaya:Biasanya dibagi ke dalam 1) Biaya bersama yang dibagi rata atau patungan yaitu Penginapaan (Biasanya homestay,hostel,rumah penduduk, tenda,dll), Sewa kendaraan (mobil, kapal/perahu). 2) Biaya Perorangan:Biaya tiket masuk, sewa alat, Makan (seringkali juga jadi patungan biar murah pesen menu besar dibagi-bagi, tapi tak selalu), Tiket pesawat (biasanya sudah pada bisa pesen sendiri).
    • Transparansi Biaya: Biaya yang disampaikan adalah biaya per item yang dikeluarkan. Serta dilakukan melalui sistem kas atau diberikan peserta saat masing-masing item dilakukan. Kelebihan biaya akan dikembalikan.
    • Guide: Dari sesama traveler, tidak ada guide. Yang ada adalah leader. Leader bisa beberapa peserta lain yang berinisiatif untuk bantu mengurus sebagian besar perjalanan.
    • Jumlah peserta: Biasanya ada kuota minimal dan maksimal
    • Yang Harus Dilakukan Peserta: Proaktif, bantu leader jika dibutuhkan untuk booking, contact atau urusan lainnya karena susah senang ditanggung bersama. Peserta harus tetap mandiri, tidak terlalu cerewet tanya semua hal khususnya hal yang umum karena leader bukan bekerja tetapi juga peserta wisata.
    • Ketika terjadi Iregularities: Semua keputusan diambil berdasarkan musyawarah.
    • DP dan Pelunasan: Biasanya DP dilakukan untuk pembayaran kepada item yang memang providernya mensyaratkan DP, misalnya sewa kapal sebagai biaya booking. Biasanya DP bisa dipindah namakan jika tidak jadi berangkat. Tidak ada istilah pelusanan, karena biasanya biaya patungan dikeluarkan pada setiap item aktivitas, atau dilakukan per hari agar memudahkan.
    • Briefing: Kopi darat biasanya dilakukan 1 atau 2 minggu sebelum berangkat untuk memastikan segala persiapan dan saling mengenal antar peserta dan untuk menghindari penipuan pembayaran DP.

     

     Beda Paket Tour, Private Trip, Open Trip/Trip Gabungan, dan Share Cost Trip

     

    Meskipun begitu, sobat kelana harus tetap berhati-hati karena seringkali ada saja oknum yang nakal mencoba mengelabui dengan menggunakan istilah yang seharusnya tidak mereka gunakan ketika memberikan informasi mengenai jenis perjalanan yang ditawarkan. Oleh karena itu sebaiknya melakukan cek dan ricek kembali berdasarkan ciri-ciri yang dijabarkan diatas. Sobat dapat menggunakan tabel diatas sebagai pedoman. Disamping itu sobat juga bisa melakukan kepo terhadap profil leader yang mengajak jalan tersebut baik melalui history share cost tripnya, ulasan atau rating yang diberikan pengelana lain, maupun akun sosial media lain yang dimilikinya.

     

    Jika memang sobat kelana menemukan share cost trip yang dibuat di www.kelana.co.id terindikasi tidak sesuai dengan kaidah share cost trip diatas dapat melaporkannya ke posjaga@kelana.co.id yaaa.